Semakin ‘Tinggi’, Harga Cabai Rawit Kini Rp 70 ribu per Kg

Usaha Dagang, Jakarta – Harga untuk sejumlah bahan pokok naik di minggu kedua September. Untuk cabe rawit, misalnya, berdasarkan pemantauan di Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Departemen Perdagangan (PIHPS), harga rata-rata persyaratannya adalah Rp70.100 per kilogram.

Pekan lalu, harga cabai rawit terus merangkak dari Rp58.050, Rp58.750, Rp60.150 per kilogram. Tidak hanya cabai rawit, kenaikan juga terjadi pada harga minyak goreng.

Harga minyak goreng melonjak hingga 9 persen-10 persen di awal pekan ini jika dibandingkan dengan Jumat (06/09) kemarin. Peningkatan tertinggi terjadi pada minyak goreng paket 1 bermerek yang mencapai 10,07 persen atau Rp1.450 per Kilogram (Kg) menjadi Rp15.850 per Kg.

Harga minyak goreng kemasan 1 bermerek di Gorontalo bahkan diterjemahkan menjadi Rp18.550 per Kg, kemudian di Maluku Rp16.250 per Kg, dan khusus di Kota Ternate dijual dengan harga Rp16.500 per Kg.

Sementara itu, harga rata-rata minyak goreng kemasan 2 bermerek menembus Rp14.950 per Kg dari posisi akhir pekan lalu di Rp13.600 per Kg. Ini artinya, ada kenaikan sekitar 9,93 persen atau Rp1.350 per kg.

Namun, di Maluku, terutama di Kota Tual, harga menyentuh Rp. 15.750 per Kg, Kota Ternate Rp. 16 ribu per Kg, dan Gorontalo Rp. 16.600 per Kg.

Kemudian, harga minyak goreng curah merangkak 9,69 persen atau Rp1.100 per Kg menjadi Rp12.450 per Kg. Namun, di Kalimantan Timur harganya lebih mahal yaitu Rp16.500 per kg dan Gorontalo di Rp13.150 per kg.

Peningkatan yang sama dialami oleh daging sapi. Untuk daging sapi kualitas 2, harga naik dari minggu lalu menjadi hanya Rp112.750 per kilogram menjadi Rp115.900 pada awal minggu ini.
Sementara untuk telur ayam, harga naik dari Rp24.700 per kilogram menjadi Rp25.400.