Warning: mysqli_query(): MySQL server has gone away in /home/percayag/public_html/usahausaha.com/wp-includes/wp-db.php on line 2030

Warning: mysqli_query(): Error reading result set's header in /home/percayag/public_html/usahausaha.com/wp-includes/wp-db.php on line 2030

Seluruh Ekonomi Dunia Dibayangi Dengan Resesi, Apakah Benar Akan Terjadi?

Usaha Dagang, Dunia – Ancaman resesi ekonomi global saat ini ada di seluruh dunia. Ada beberapa ahli ekonomi dan investasi yang percaya bahwa resesi akan benar-benar terjadi, walaupun beberapa tidak setuju dengan itu.

Ekonom Raden Pardede juga menyoroti perdebatan tentang bayangan resesi. Menurutnya, ada beberapa faktor yang mengkhawatirkan akan terjadi resesi.

“Satu, siklus ekspansi ekonomi Amerika saat ini telah lebih dari 10 tahun, yaitu, ekonomi AS telah mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan sejak Juli 2009,” katanya dalam catatan yang diterima oleh Badan Usaha, Jakarta, Rabu (04). / 09).

Menurutnya, itu adalah siklus ekonomi terpanjang dalam sejarah ekonomi Amerika Serikat, di mana umumnya setelah ekspansi akan ada kontraksi. Siklus ini termasuk dalam persepsi dan pertimbangan para ahli dan investor.

“Kedua, kurva hasil, kemiringan pengembalian investasi menjadi negatif, yaitu, minat investasi jangka panjang dalam obligasi pemerintah kurang dari jangka pendek. Ini menunjukkan pesimisme terhadap perekonomian negara.” jangka menengah hingga panjang, juga merupakan tanda resesi di masa depan, “jelasnya.

Hingga dua faktor adalah dasar para ahli dan investor untuk menunjukkan bahwa resesi akan terjadi.

“Sementara data ekonomi di Amerika Serikat secara umum masih cukup kuat, tingkat pengangguran tetap rendah, harga rumah meningkat. Data ini tidak mendukung resesi. Tetapi kecemasan dan ketidakpastian meningkat,” katanya. .

Investor global, lanjutnya, tentu tidak hanya mengamati ekonomi Amerika, meskipun ekonomi terbesar AS dapat menyebabkan ekonomi dunia mengalami resesi, situasi ekonomi masih cukup baik.

Ekonomi di luar AS UU Bahwa mereka saat ini sedang mengalami pelambatan, termasuk Uni Eropa, Cina, Jepang / Korea, dll. Patut dikhawatirkan, karena negara-negara ini mengalami beberapa hal.

“Keuntungan menurun, volume perdagangan menurun, indeks transportasi kapal turun, harga tembaga turun, semua menggambarkan perlambatan. Kecemasan karena perang perdagangan dan perang mata uang, di tengah geopolitik non-konduktif dilepaskan oleh (presiden Amerika Serikat) Trump, “katanya.

Dia juga menganggap bahwa kenaikan harga emas adalah tanda orang mencari perlindungan.

“Ini membuat indeks ketidakpastian kebijakan ekonomi (indeks UPR) mencapai level tertinggi,” katanya.

Meskipun perdebatan, dia masih melihat resesi global, tetapi kecemasan meningkat.

“Akan ada resesi nyata. Ini tidak pasti, tetapi keadaan ekonomi AS akan menjadi kunci. Itu juga sangat bergantung pada kebijakan pemerintahan Trump pada perdagangan dan perang mata uang dan kebijakan Fed,” jelasnya.

Investor, menurutnya, akan terus memiliki skenario mental dan mencoba menebak secara individual. Ini membuat naik turunnya pasar modal.

“Apa pun itu, bagi kami yang paling penting adalah waspada, siapkan payung sebelum hujan. Hujan akan turun, entah hujan gerimis atau badai, kami tidak tahu kapan. Tetapi persiapan selalu lebih baik,” tambahnya.