Rupiah Kembali Melemah ke Rp 14.058 per Dolar AS Menanti Kebijakan ECB

Usaha Dagang, Keuangan – Nilai tukar rupiah tercatat dalam Rp. 14.058 per dolar AS (AS) Di pasar spot, Rabu (9/11) pagi. Posisi ini melemah 0,04 persen dibandingkan dengan penutupan Selasa (10/09) menjadi Rp14.052 per dolar AS.

Pagi ini, sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Baht Thailand turun 0,01 persen, peso Filipina turun 0,01 persen, dolar Hong Kong turun 0,02 persen, ringgit Malaysia turun 0,06 persen dan yen Jepang turun 0,08 persen.

Tetapi, di sisi lain, ada mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS, yaitu dolar Singapura 0,02 persen dan Korea Selatan menang 0,11 persen.

Mata uang negara-negara maju, seperti pound Inggris dan dolar Australia, melemah terhadap dolar AS dengan nilai masing-masing 0,04 persen dan 0,15 persen. Sementara euro menguat 0,03 persen terhadap dolar AS.

Presiden dan direktur PT, Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, mengatakan bahwa pelemahan tersebut disebabkan oleh menunggu tindakan para pelaku pasar karena kepastian kebijakan Bank Sentral Eropa mengenai stimulus ekonomi. Investor memprediksi bahwa relaksasi akan diumumkan setelah Bank Sentral Eropa bertemu besok (12/09).

Hanya saja pelaku pasar masih ragu bahwa Bank Sentral Eropa telah melonggarkan kebijakan moneter. Jika Anda akan bersantai nanti, investor juga akan ragu bahwa kebijakan tersebut benar-benar dapat menghilangkan perlambatan ekonomi zona euro.

Alhasil, hal itu bisa memperkuat indeks dolar AS. Namun, pelaku pasar memprediksi bahwa bank sentral AS. UU., The Fed, akan mengurangi suku bunga acuan pada pertemuan minggu depan.

“Dalam transaksi hari ini masih ada kemungkinan rupee akan menguat meski tipis dengan kisaran Rp14.020 hingga Rp14.090 per dolar AS,” kata Ibrahim, Rabu (9/11).