Karena Kabut Asap Semakin Memburuk, Pedagang Mengeluh Dagangan Sepi Pembeli

Usaha Dagang, Bisnis -Pedagang di area Pasar Sentral, Pekanbaru, Riau mengklaim telah menderita kerugian akibat kabut asap dalam dua minggu terakhir. Para pedagang di sana mengklaim omset mereka telah turun hingga 20 persen sejak kabut asap.

“Paling terasa dua minggu terakhir. Perdagangan kami turun 20 persen. Pembeli diam karena asap tebal menyelimuti Pekanbaru,” Iwan (36), salah satu pedagang grosir, mengatakan kepada BisnisDagang, Sabtu (14/09).

Sebagai informasi, area Pasar Sentral terletak di Jl Sudirman di jantung kota Pekanbaru. Daerah ini adalah pusat perbelanjaan terbesar di Riau.

Menurut Iwan, dia dan rekan-rekannya sekarang merasakan efek dari kabut. Kondisi asap membuat daya beli masyarakat menurun.

“Orang malas meninggalkan rumah karena asap. Dampaknya pada kita, barang dagangan kita juga sepi. Tapi apa yang bisa saya lakukan, kondisinya berasap,” kata Iwan.

Bukan hanya Iwan yang merasakan efek negatif dari asap dan api ini. Pedagang grosir lainnya, mengakui bahwa pada hari libur seperti sekarang kawasan Pasar Sentral biasanya dipadati pengunjung dari luar daerah.

“Sekarang lihat sendiri, liburan seperti ini masih sepi. Biasanya ketika liburan seperti Sabtu dan Minggu, banyak warga dari luar kota. Sekarang warga di luar kota malas datang, karena di tempat mereka terlalu banyak merokok,” kata Ujang lainnya. pedagang.

Mereka mengklaim kondisi asap saat ini seperti yang terjadi pada tahun 2015. Saat itu semua sektor ekonomi merasa telah jatuh tajam.

“Sekarang, kondisinya hampir sama dengan asap pada 2015, ketika orang membelinya, masyarakat menurun jauh. Jika kondisi asap berlanjut, bisnis kami akan hancur,” kata Ujang.