Kaltara Dapat Menjadi Sumber Pangan di Ibu Kota Baru di Kaltim

Usaha Dagang, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) sedang mempersiapkan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai daerah penyangga makanan untuk ibukota baru di Kalimantan Timur. Ini adalah langkah strategis untuk menyediakan makanan ke ibukota baru dengan cara berdaulat tanpa impor.

“Ada tiga kabupaten terpilih, Bulungan, Malinau dan Nunukan,” kata inspektur jenderal Kementerian Pertanian, Justan Riduan Siahaan, dalam pernyataan tertulis, Kamis (12/09).

Justan menjelaskan konsep pengembangan zona penyangga baru ibu kota, yaitu sistem pengelompokan. Karenanya, Kabupaten Bulungan akan menjadi pusat produksi beras, cabai dan bawang merah.

Area penyimpanan makanan kedua adalah Nunukan, pusat produksi beras, cabai, dan bawang merah. Kemudian distrik Malinau menjadi pusat produksi beras dan jagung.

“Kepala departemen harus aktif. Jangan sendirian, tetapi Anda harus bekerja sama dengan semua pihak, termasuk legislatif,” katanya.

Dia menekankan bahwa kabupaten lain di provinsi Kaltara yang tidak dipilih sebagai penyerap makanan untuk modal baru tidak berarti bahwa kabupaten tidak perlu mengembangkan produksi pertanian. Namun, Kementerian Pertanian juga terus membantu, sehingga bisa juga menyediakan makanan.

“Karena cinta Pak Amran terhadap sektor pertanian dan petani itu sendiri luar biasa. Jika kita melihat kemajuan pertanian, ada sesuatu yang Menteri Pertanian berikan dibandingkan dengan menteri sebelumnya. Dia rajin mengambil bidang itu,” katanya.

Justan mengatakan bahwa kinerja Kementerian Pertanian selama lima tahun pemerintahan Jokowi-JK sangat menggembirakan. Meskipun anggaran Kementerian Pertanian 2014-2019 telah menurun sebesar 33,65%, sektor pertanian telah meningkatkan ekspor dan PDB pertanian.

Melaporkan data dari BPS, peningkatan rata-rata ekspor pertanian per tahun sebesar 2,4 juta ton dan tercatat sejak pemerintahan Jokowi-JK, ekspor meningkat 9 juta ton. Pada 2013, total ekspor hanya 33 juta ton, tetapi pada 2018 mereka mencatat nilai tertinggi 42,5 juta ton.

“Nilai PDB pertanian juga meningkat, yaitu, dari tujuan 3,5% dari PDB, pertanian dapat menembus 3,7%,” jelasnya.

BPS juga mencatat, lanjut Justan, bahwa kinerja Kementerian Pertanian mampu mengurangi inflasi pangan secara sangat signifikan, dari 10,57% pada 2014 menjadi 1,69% pada 2018. Demikian juga, populasi pedesaan miskin menurun dari 14,17% pada 2014 hingga 13,2% pada 2018.

Sementara itu, BKPM mencatat, investasi di sektor pertanian meningkat pesat. Pada 2013 hanya Rp.29,3 miliar, tetapi pada 2018 meningkat menjadi Rp.61,6 miliar, 110% lebih tinggi.

“Karena itu, bagi petani, kami bangga menjadi petani. Kami bangga bisa memenuhi makanan Indonesia, bahkan makanan kami sudah banyak diekspor,” katanya.

“Mengenai dukungan sumber daya manusia, selain dukungan petani, Kementerian Pertanian juga terus berkolaborasi dengan TNI. Jadi mari kita bekerja sama mengembangkan pertanian di provinsi Kaltara, sehingga nantinya menjadi penyangga makanan untuk modal baru, “tambahnya.

Justan juga menekankan bahwa kinerja yang baik dari Kementerian Pertanian diikuti oleh kinerja manajemen keuangan BPK dan menerima penghargaan dari KPK. BPK menganugerahkan gelar Unqualified Equity (WTP) ke Kementerian Pertanian selama tiga tahun berturut-turut 2016-2018 untuk memeriksa penggunaan anggaran. Kementerian Pertanian juga menerima penghargaan terhadap gratifikasi dua kali pada tahun 2017 dan 2018 dari KPK.

“Ini berarti bahwa BPK menetapkan penggunaan anggaran dari Departemen Pertanian. Kami juga tahu masalah di lapangan karena kami secara aktif pergi ke lapangan untuk memverifikasi dan memberikan solusi langsung di lapangan,” katanya.

Untuk informasi, hadir pada Pekan Regional (PEDA) II dari Nelayan Tani ini, Asisten Daerah Kaltara II, Saiful Herman, Presiden Parlemen Provinsi Kaltara, Nurhayati, Kepala Dinas Pertanian Kaltara, Andi Santiaji, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, Direktur Peanut-Deskripsi dan umbi-umbian, Amirudin Pohan.

PEDA II Provinsi Kaltara Pescadores Petani akan diadakan dari 9 hingga 12 September 2019, dengan bantuan petani dan perwakilan nelayan dari semua kabupaten