Selaku Pengusaha Percaya Ibu Kota Baru Tidak Mematikan Bisnis Jakarta

Usaha Dagang, Dunia – Wakil Presiden DKI Jakarta Kadin, Sarman Simajorang, meyakini bahwa relokasi ibukota nasional tidak akan berdampak besar pada kegiatan komersial, ekonomi, dan sirkulasi uang di Jakarta.

Ia percaya bahwa Jakarta akan terus menjadi pusat bisnis di Indonesia. Alasannya, Jakarta masih berstatus ibukota negara ASEAN.

Posisi ini menjadikan Jakarta jendela bagi pengusaha di luar Indonesia.

Di sisi lain, Sarman juga memperkirakan bahwa pergerakan ibu kota akan benar-benar berdampak pada peningkatan produktivitas bisnis di Jakarta. Karena eliminasi akan berdampak pada pengurangan tingkat kemacetan.

“Misalnya, untuk logistik cairan, transportasi cairan, dan pengiriman barang menjadi lebih cepat. Bahkan, itu tidak secara signifikan mengurangi kecepatan uang dan bisnis di Jakarta,” kata Sarman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (8). / 30).

Namun, Sarman mengatakan bahwa untuk kegiatan komersial dan ekonomi di Jakarta menjadi lebih hidup, pemerintah pusat dapat memberikan otoritas khusus dalam pemberian lisensi komersial. Diperlukan otoritas khusus untuk membuat investor yang berinvestasi di Jakarta lebih mudah.

“Diberikan beberapa kewenangan kepada pemerintah DKI Jakarta, atau PT KTSP Jakarta dengan kewenangan lebih besar,” katanya.

Pemerintah Jokowi berencana untuk memindahkan ibukota nasional ke Kalimantan Timur. Meski begitu, dia mengatakan pemerintah tidak akan melupakan Jakarta.

Perkembangan kota Jakarta sebagai pusat bisnis akan terus berlanjut bahkan jika ibu kota nasional dipindahkan.