Mengenaskan, Pasar Maros Baru yang Diresmikan Jokowi Hampir Tutup

Usaha Dagang, Bisnis – Pasar Maros Baru di Maros, Sulawesi Selatan, saat ini mulai ditinggalkan pembeli dan pedagang. Pengelolaan yang sangat buruk, diperkirakan sebagai kendala pasar tingkat kecamatan ini hampir tutup.

Sejumlah fasilitas pun dilihat terbengkalai. Mulai dari lapak, kios sampai toilet yagn tidak pernah dibersihkan setelah diterjang banjir. Lebih parahnya lagi, aliran listrik dari PLN pun hingga saat ini belum terpasang, meski pedagang mengaku sudah membayar uang listrik ketika pertama kali berdagang. Sangat jauh berbeda sekali dibandingkan dengan ketika baru saja diresmikan Presiden Jokowi pada Juni 2017 lalu.

“Saat diresmikan Pak Jokowi memang sempat ramai hingga sekitar 5 bulanan. Semua lapak penuh dengan pedagang. Setelahnya itu sudah mulai berkurang, sampai sekarang ini boleh dibilang sudah mau tutuplah,” ucap seorang pedagang, Syarifuddin, Jumat (20/08).

“Kami (para pedagang) sudah membayar untuk masukkan listrik, namun hingga sekarang ini tidak ada. Jadi kalau malam pasar ini gelap gulita dan banyak sekali pencuri. Kami tidak berani menyimpan barang di sini,” tambahnya.

Pasar yang awalnya hanya buka 3 kali seminggu, sekarang ini, tinggal dua kali saja, yaitu Senin dan Kamis. Itupun, pedagang yang berjualan hanya sekitar 15 sampai 20 orang saja. Kondisi inipun membuat jumlah pembeli kian hari menyusut sampai membuat omzet pedagang juga semakin merosot.

Anehnya, meski dalam kondisi sepi, pasar ini malah justru diperluas dengan tambahan kios dan lapak yang belum juga selesai. Padahal, untuk mengisi lapak dan kios yang sudah ada saja jelas cukup sulit dengan kondisi saat ini.

“Tetap buka jika Senin dan Kamis. Karena pembeli sedikit, pasar itu buka jam 8 pagi tutup jam 10 pagi. Bagi pedagang yah jelas rugilah, karena pembeli sedikit. Anehnya juga karena kok malah ditambah itu saya perhatikan,” ucapnya.

Meski sepi, setiap bulan para pedagang mengaku tetap membayar uang sewa. Buat lapak sebesar Rp 12 ribu, sementara untuk kios Rp 30 ribu. Belum lagi, tagihan perhari seribu atau dua ribu rupiah setiap pedagang yang tidak diketahui peruntukannya karena tidak ada tanda bukti.

“Kami terkadang berdagang yah, untung lima ribu saja, kadang tidak ada. Namun masih harus membyara sewa dan apa itu namanya setiap hari seribu dua ribu. Itu jelas saja memberatkan. Makanya banyak pedagang lari dan membuat pasar ini semakin sepi saja,” ucapnya.

Pedagang berharap, Pemerintah dapat memberikan solusi, agar pasar yang diresmikan oleh Jokowi ini bisa disesuai dengan harapan. Utamanya mengenai bea sewa dan pengalihan lapak atau kios yang tidak digunakan oleh pemiliknya. Jika tidak, maka pasar ini sebentar lagi tidak ada yang berjualan lagi.

“nanti jika sudah ramai barulah disuruh bayar. Itu juga pedagang yang tidak ingin jualan, harusnya dialihkan saja ke orang yang mai. Karena banyak malah pedagang dari luar, seperti dari Makasar, padahal dari sini mau ingisi,” paparnya.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM, Nasaruddin ketika ditanyakan, mengaku belum mendapatkan informasi terkait dengan penarikan bea sewa lapak dan kios di pasar tersebut. Meski dengan begitu pihaknya mengaku akan segera memanggil kepala pasar untuk memperjelaskan hal tersebut.

“Mengenai sial itu saya belum mengethaui, terima kasih atas infonya. Saya akan segera mencari tahu dulu di kepala pasarnya karena kami tidak ingin ada pungli,” pungkasnya.

Nasaruddin berkata, faktor sepinya pasar tersebut salah satunya disebabkan beroperasinya pasar Tradisional Modern (Tramo) yang jaraknya memang tidak terlalu jauh dari pasar kecamatan. Selain itu, pedagang juga semakin hari semakin berkurang berjualan di pasar tersebut.

Pihaknya juga kini terus berusaha untuk kembali memulihkan kondisi pasar dengan penambahan bangunan serta perlengkapan fasilitas seperti jaringan listrik dan pengaliran air. Tahun ini, anggaran pun sudah disiapkan lebih dari Rp 200 juta buat pagar dan fasiltias lainnya.

“Kami akan terus berupaya. Salah satunya memindahkan pelelangan ikan ke sana biar semakin ramai. Jika fasilitas, tahun ini kita sudah anggarkan itu pagar, listrik dan air,” tandasnya.