Mengenai Suap Impor Bawang Putih, Mentan: Yang Bermain-main Kita Tindak!

Usaha Dagang, Jakarta – Pasca pemeriksaan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Direktorat Jenderal Hortikultura pada, Selasa (12/08), berhubungan dengan kasus suap izin impor bawang putih, Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman langsung mengambil langkah tegas buat menonaktifkan pejabat Eselon II, III dan IV terkait dengan verifikasi wajib tanam bawang putih.

“DIrjen Hortikultura bergerak sejak kemarin, mengecek kondisi asli lapangan. Jika ada yang bermain-main akan langsung ditindak,” ucap Amran di kantor Direktorat Jenderal Hortikultura, Rabu (14/08).

Amran berkata dirinya begitu mendukung penuh KPK, Kejaksaan dan Kepolisian dalam mengumpulkan informasi dan mengungkap kasus suap impor bawang putih ini dengan terang benderang, sehingga publik bisa mengetahui permasalahan ini.

Amran berkat perlu untuk mengambil tindakkan tegas, konkret dan segera, sebagai komitmennya untuk mendukung antikorupsi. Langkah ini tentunya sangat perlu dilakukan demi reputasi Kementerian Pertanian yang menurutnya, diakui kinerja positifnya untuk membangun perekonomian Indonesia.

“Kementerian KPK mengambil data dari sini (Ditjen Hortikultura) mengenai masalah verifikasi wajib tanam. Buat progress-nya sedang kami nantikan. Kami dukung KPK sepenuhnya, kami apresiasi dan kami begitu bangga pada KPK. Sebab sejak awal sudah terdapat tiga orang satuan tugas KPK di Kementan buat mengecegah korupsi. Itu bukti keseriusan bahwa kami ingin Kementan berjalan dengan semestinya yang sangat diharapkan oleh setiap masyarakat,” sambungnya.

Disampaikannya, langkah tegasnya ini juga guna untuk mejaga marwah Kementerian Pertanian sebagai lembaga yang telah dua kali memperoleh penghargaan Anti Gratifikasi di tahun 2017 dan 2018 dari KPK. Ia tidak ingin adanya terjadi fitnah dan merusak nama baik kementerian yang dipimpinnya.

Sebenarnya langkah untuk mengantisipasi sudah dilakukan sejak tiga tahun terakhir, tambah Amran. Caranya yaitu dengan melakukan blacklist importir yang tidak menyelesaikan kewajiban tanam. Bahkan untuk pertama kalinya dalam sejarah terdapat 72 perusahaan bawang yang sudah di-blacklist langsung oleh Ditjen Hortikultura.

Paling banyak produk impor bawang putih, bawang merah dan bawang bombay. Amran juga mengaku telah siap berada di garda terdepan untuk melakukan pencegahan KKN di lingkungan Kementan dan tegas melawan mafia pangan yang selama ini sudah menggerogoti perekonomian negara.

“Sejak awal sudah menjadi menteri, saya begitu mendukung KPK, Kejaksaan juga Kepolisian. Kita bersama menggadengkan tangan. Merah Putih ini milik kita bersama, negeri ini milik kita bersama. Harus kita jaga bersama negeri kita. Masa ingin di biarkan gara-gara hanya segelintir orang akhirnya membuat sengsara konsumen dan rakyat?” tuturnya.

Kendati demikian, dirinya mengakui sangat prihatin dan sedih namun dirinya sadar bahwa untuk menjaga nama baik institusi tidaklah mudah. Meskipun begitu ia telah berkomitmen buat terus menjalankan tugasnya dan berperilaku tegas.

“Manakala nantinya ada yang tidak terbukti bersalah, pejabat tersebut akan dipulihkan nama baiknya dan dikembalikan ke posisi semula. Ini merupakan bagian dari revolusi mental dan reformasi birokrasi yang dijalankan Kementan,” terangnya.