Kementan Melakukan Evaluasi Demi Mencegah Korupsi Impor Bawang Putih

Usaha Dagang, Dunia – Kementerian Pertanian akan melakukan pengawasan ketat terhadap importir bawang putih. Hal ini dilakukan untuk mencegah importir menerima suap dan terjebak dalam pusaran korupsi.

Alasannya, konon ada importir bawang putih yang terjaring oleh KPT OTT. Para importir diduga memberikan suap kepada salah satu wali Komisi VI DPR.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, mengatakan bahwa dia akan mengevaluasi dan memverifikasi setiap perusahaan importir yang terdaftar untuk melihat apakah ada suap.

“Mengenai bawang putih, kami terus mengevaluasi dan memverifikasi perusahaan importir. Kami akan melihat kewajiban dan kepatuhan importir mengenai kebijakan kami mengenai impor bawang putih,” kata Prihasto kepada detikFinance, Kamis (8/8/2019).

Prihasto mengimbau perusahaan pengimpor untuk mematuhi aturan yang dibuatnya. Alasannya, bagi mereka yang melanggar termasuk terbukti menyuap, Prihasto mengatakan bahwa pihaknya akan segera mencabut rekomendasi impor perusahaan.

“Mengenai apa yang telah terbukti, kami telah memasukkan daftar hitam rekomendasi impor,” kata Prihasto.

Untuk Kementerian Lingkungan itu sendiri, terutama pejabat, kata Prihasto, mereka semua berjanji untuk tidak menerima suap, gratifikasi, atau segala bentuk korupsi terkait dengan posisi mereka. Dia menjamin bahwa dia telah berkomitmen untuk tidak melakukan korupsi.

“Kami telah menandatangani pakta integritas, kami telah berjanji untuk tidak menerima apa pun baik secara langsung maupun tidak langsung, mengenai posisi kami,” kata Prihasto.

“Jika kita telah berkomitmen untuk tidak melakukan korupsi, janji pakta integritas adalah membawa nama Tuhan,” katanya.