Berapa Iurannya Buat Asuransi Petambak Udang?

Usaha Dagang, Jakarta – Petambak udang sekarang ini tidak perlu kebingungan lagi dengan resiko gagal panen. Asuransi Usaha Budidaya Udang (AUBU) sekarang ini hadir untuk menjamin udang-udang yang dibudidayakan.

Premi yang ditawarkan AUBU pun cukup terjangkau sekali, petani tambak hanya perlu melakukan pembayaran 3% dari biaya modal usaha sekali masa budidaya alias 6 bulan.

“Ini cukup ringan ya hanya 3% dari cost production,” ucap Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, di kantornya, Kamis (01/08).

Misalkan, dalam satu pertanggungan kolam budidaya udang modal pengelolaannya sebesar Rp 15 juta per satu siklus budidaya selama enam bulan. Petambak hanya perlu melakukan pembayaran 3% buat penjaminan asuransinya, artinya petambak udang hanya membayar Rp 450 ribu premi asuransinya, plus biaya administrasi sebanyak Rp 15 ribu.

Nantinya, ganti rugi yang akan diberikan sebesar 50% dari jumlah yang diasuransikan. Jadi apabila sudah mencapai kerugian dari harapan keuntungan yang diasuransikan petambak sebanyak 50% maka nilai kerugiannya akan dijamin.

“Jadi misalkan diharapkan untungnya Rp 300 juta diasuransiskan, ternyata dia rusak jadi keuntungannya hanya Rp 150 juta. Jadi kami hanya menjamin setengahnya yang rugi,” terang Direktur Pengembangan Binis Sahata Lumbang Tobing.

Asuransi ini sendiri bersifat komersial melalui konsorsium asuransi yang dipimpin oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). Di dalamnya ada PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Binagriya Upakara, PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur, PT Asuransi Bhakti Bhayangkara, PT Asuransi Asei Indonesia Serta PT Asuransi Jasa Tania.