Bank Dunia Memberitahukan Pengaruh Perang Dagang ke Ekonomi RI

Usaha Dagang, Dunia – Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina tidak pernah berakhir. Ini juga mengakibatkan perlambatan ekonomi dunia. Lantas bagaimana dampaknya terhadap perekonomian Indonesia?

Direktur Negara Bank Dunia Indonesia, Rodrigo Chaves, mengatakan bahwa Indonesia akan terpengaruh oleh perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina. Sebagai negara pengekspor komoditas, kondisi ekonomi global dapat berdampak pada perekonomian Indonesia.

“Dampak dari melemahnya ekonomi dunia akibat perang dagang ini, jelas, perekonomian Indonesia juga melemah. Jika ekonomi dunia melemah, Indonesia juga akan melemah. Karena Indonesia adalah eksportir komoditas, ini adalah sebuah tantangan, “kata Rodrigo setelah menghadiri pertemuan dengan Menteri Koordinator Kelautan Luhut Binsar Pandjaitan, di Jakarta, Selasa (27/8).

Menurut Rodrigo, kondisi ekonomi dunia agak rumit untuk dipecahkan. Perang dagang antara kedua negara utama, kata Rodrigo, tidak hanya memperlambat ekonomi dunia, tetapi investasi juga menjadi sulit.

“Ekonomi dunia adalah bidang yang rumit. Perang perdagangan antara kedua negara melemahkan ekonomi dunia. Tidak mungkin berinvestasi, ini akan mengganggu semua pihak,” kata Rodrigo.

Untuk alasan ini, siang ini ia membahas beberapa upaya untuk meningkatkan perekonomian Indonesia dengan Luhut. Diantaranya adalah merangsang investasi asing langsung (FDI) atau investasi langsung di Indonesia.

“Bank Dunia memiliki kerja sama yang kuat dengan Pak Luhut. Dia berdiskusi dengan kami, jadi ide kami di Indonesia harus meningkatkan FDI di negara ini. Dan bagaimana memposisikan Indonesia lebih baik dalam hal kondisi ekonomi global. Jadi ini adalah diskusi yang sangat konstruktif dan terbuka, “pungkasnya.

Sebagai informasi, ketegangan komersial yang terjadi antara Amerika Serikat dan Cina menjadi semakin kuat. China akan mengenakan tarif pada tarif impor untuk barang-barang yang diimpor dari AS. UU Untuk nilai US $ 75 miliar, itu juga akan menetapkan tarif tambahan 10% dari ketentuan yang berlaku untuk setiap item yang diimpor.

Produk AS yang akan dikenakan tarif tambahan oleh China merupakan produk pertanian kedelai, minyak mentah, dan pesawat kecil. China yang tidak dimitigasi juga akan membebankan biaya untuk mobil dan suku cadang AS. UU

Mengutip Reuters, serangan ini terjadi karena AS UU Dia kembali mengenakan biaya masuk tambahan sebesar US $ 300 miliar untuk produk China untuk produk elektronik yang akan mulai berlaku dalam dua tahap pada 1 September dan 15 Desember 2019.