Terserang Jamur, Produksi Karet Nasional Tahun 2019 Turun Sebesar 15 Persen

Usaha Dagang, Bisnis – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan jumlah produksi karet nasional akan turun sebesar 15 persen pada tahun 2019 dari realisasi produksi tahun sebelumnya. Kendala utama di akibatkan terjadi serangan penyakit gugur daun karet yang dikarenakan jamur pestalotiopsi.

Pada tahun 2018, produksi karet domestik mencapai 3,76 juta ton. Artinya, pada tahun ini potensi produksi hanya sebanyak 3,19 juta ton.

Kasdi Subagyono, selaku Direktur Jenderal Perkebunan Kementan berkata proyeksi penurunan jumlah produksi tersebut berasal dari total luasahn lahan yang mengalami penyakit jamur. Ia mencatatkan setidaknya terdapat 381.900 hektare lahan yang terpapar dengan penyakit tersebut.

Lahan yang terkena jamur tersebar pada enam wilayah perkebunan, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Paparan dari jamur terjadi sekitar periode Januari – Maret 2019.

“Pengaruh ini bisa menyebar lebih luas lagi, jika terjadi penyebaran diprediksikan turun sebesar 15 persen,” ucap Kasdi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (24/07).

Meski dengan begitu, pendapat Kasi, pemerintah sedang berusaha untuk meminimalisir pengaruh menurunnya produksi dengan melakukan kebijakan proteksi. Caranya, dengan melakukan penyemprotan cairan kimia buat mematikan jamur-jamur tersebut.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan pupuk buat memperkuat pohon karet. “Maka paling tidak bisa berkurang dampak dari penyakitnya. Siapa tahu dapat 80 persen dikurangi,” ucapnya.

Pada sisi lain, Kasdi berkata penyakit jamur memang kerap menyerang karet pada musim kering. Tapi, dampak pada serangan biasanya tidak serempak langsung terlihat karena ada perbedaan musim pada setiap daerah.