Terkuak ‘Jalur Tikus’ Ponsel Black Market atau BM Masuk RI

Usaha Dagang, Dunia – Direktorat Jenderal Bea dan Cuaki (DJBC) Kementerian Keuangan akhirnya mengetahui ‘Jalur Tikus’ yang sering dilalui ponsel black market (BM) ke Indonesia.

Selain melewati ‘Jalan Tikus’ ponsel BM juga masih ada yang dibawa oleh individual sesudah pelesiran ke luar negeri. Tapi, hal tersebut tetap berhasil dihalau.

Bahkan, DJBC juga telah menindak ribuan ponsel BM dengan total nilai sebesar puluhan miliar. Bagaimana cerita dari penindakannya, lalu ‘Jalur Tikus’ yang dimaksudkan tersebut berada di wilayah mana?

Direktorat jenderal Bea Cuaki Kementerian Keuangan membongkar pintu masuk ponsel black market (BM) yang selama ini telah tersebar di pasar Indonesia.

Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi menyampaikan salah satu akses masuknya ponsel ilegal tersebut melalui Selat Malaka.

“Selat Malaka dan biasanya kita melakukan penangkapan di pesisir Sumatera,” kata Heru, Jakarta, Jumat (26/07).

Masuknya ponsel ilegal ke tanah air, ucap Heru, menggunakan kapal berkecepatan tinggi yang pastinya sudah di modifikasi. Kapal tersebut sengaja dirancang untuk tidak terkejar oleh kapal patroli milik Bea Cukai.

“Volume terbanyak menggunakan high speed craft yang secara khusus dimodifikasi kecepatannya di atas 60 knot buat menghindari kapal patroli kita,” ucap dia.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mencatatkan jumlah ponsel black market (BM) yang berhasil untuk ditindak sudah mencapai 19.715 unit pada bulan Juni 2019.

Jumlah dari ponsel yang telah ditindak hingga Juni 2019 lebih besar dibandingkan dengan sepanjang 2018 yang sudah mencapai 9.083 unit.

Kepala Subdirektorat Jenderal (kasubdit) Humas Bea dan Cukai Deni Surjantoro menyampaikan jumlah barang dari hasil penindakan (BHP) hingga bulan Juni 2091 lebih banyak dibandingkan pada tahun 2018.

Berdasarkan dari data Bea-cukai, nominal penindakan pada tahun 2018 sebanyak 558 dengan total BHP sebanyak 9.083 unit. Sedangkan jumlah penindakan hingga bulan Juni 2019 sebanyak 132 dengan total BHP 19.715 unit.

Kata Deni, dari 19.715 unit yang didapat dari hasil penindakan yang telah dilakukan memiliki nilai sebesar Rp 63,50 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2018 yang sebesar Rp 16,35 miliar.

Direktorat Jenderal Bea cukai Kementerian Keuangan memastikan smartphone Black Market (BM) yang berhasil di tindak akan langsung dihancurkan.

Kepala Subdirektorat Jenderal (Kasubdit) Humas Bea dan Cukai Deni Surjantoro menyampaikan jumlah ponsel BM yang berhasil di amankan sebanyak 19.715 unit hingga bulan Juni 2019.

“Ya akan dihancurkan semuanya,” ucap Deni ketika sedang dihubungi, Jakarta Jumat (26/07).

Deni menjelaskan secara rinci, pemusnahan terhadap barang BM yang dikarenakan barang tersebut tidak dapat dilakukan pelelangan seperti barang sitaan lainnya.

Maka dengan itu, DJBC meminta kepada seluruh masyarakat untuk mendukung produk yang dijual secara legal. Karena, hal tersebut mendukung kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah langsung.