Setelah Verifikasi Lapang, Buat Naga RI Siap Buat Diekspor ke China

Usaha Dagang, Jakarta – Penandatanganan protokol ekspor buah naga antara Indonesia dan China sudah berlangsung sejak 29 April tahun lalu di Beijing. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura (PPHH) Kementerian Pertanian (Kementan), Yasid Taufik melihat begitu pentingnya upaya pemenuhan standar mutu budidaya maupun penanganan peascapanen yang sesuaidengan kesepakatan protokol Indonesia bersama China.

“Standar mutu budidaya dan pascapanen yang sesuai dengan ketentuan protokol ekspor kedua belah pihak begitu penting. Pasar China bernilai besar dan mereka begitu menyukai buah naga dari Indonesia yang rasannya manis segar dibandingkan pada negara penghasil lainnya,” ucapnya Yasid dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/07).

Pemerintah China mengirimkan Tim The General Administration of Customns of The Peoples Republic of China (GACC) buat melaksanakan verifikasi lapang setelah menjalankan protokol tersebut.

Tujuannya adalah untuk mengetaghui sudah melakukan penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP) terhadap budidaya dan penanganan pascapanen buah naga yang dilakukan oleh para petani.

Tim GACC melihat secara langsung penerapan GAP dan GHP buah naga serta penanganan panen sekaligus pascapanen dirumah kemas. Pihak GACC yang diwakili Liang Zhuwei dan Liu Dong berkata kepuasannya setelah melihat lokasi tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa renacen ekspor buah naga sudah mendekati kenyataan.

Direktorat Jenderal Hortikultura dengan Pertanian Provinsi Jawa Timur serta Pertanian Kabupaten Banyuwangi berkesempatan mengawal verifikasi terkait masuknya buah naga ke negeri China. Indonesia juga menyiapkan detail kualitas dan kontinuitas sesuai dengan permintaan pasar negara tersebut.