Petani Gagal Menjadi Bos Biofuel Terbesar di Dunia Yaitu Jeff Broin

Usaha Dagang, Dunia – Penggunaan biofuel sebagai bahan bakar sekarang ini menjadi sebuah tren. Karena banyak masyarakat sadar untuk mengonsumsi bahan bakar yang ramah lingkungan.

Dalam hidup Jeff Broin, biofuel yaitu berkah bagi ia dan keluarganya. Karena biofuel sudah mengantarkannya sebagai bos perusahaan biofuel tersebar yang ada di dunia.

Perjalanan karir Broin memang tidak lah mudah, ketika ia berusia 22 tahun, kalau itu ia baru saja lulus dari bangku kuliah dan merintis karir di bidang industri perbankan.

orang tuanya waktu itu sedang mengalami kesulitan, pasalnya lahan pertanian sang ayah terdampak dengan penurunan harga jagung ke tingkat paling rendah.

“Waktu saya remaja, tahun 1980an, terdapat krisis pertanian yang melanda Amerika Serikat (AS) yang menyebabkan harga jagung sangat jatuh sekali,” teringat Broin, Rabu (30/07).

Dia mengungkapkan, waktu itu pemerintah memberikan dana ke petani untuk menyisakan 20% lahan yang tidak lagi digunakan.

Ia dan ayahnya berupaya untuk terus menyelamatkan lahan tersebut, mereka akhirnya menanam jenis tanaman produktif dan sang ayah mencari peralatan yang lebih canggih lagi. “Waktu itu pula ada sejumlah pabrik etanol yang gulung tikar, karena memang awal industri ini sudah tidak berjalan lancar,” ucapnya.

Akhirnya, di tahun 1987 Broin menghadiri lelang pabrik etanol di Skotlandia. Sang ayah yang ikut serta, ternyata telah menggadaikan lahan pertanian keluarga seluars 1.200 hektar dan membeli seluruh pabrik dengan harga US$ 72.000.

Broin berkata, dari pabrik-pabrik tersebut dibutuhkan banyak sekali pekerjaan dan ia bisa menangkap peluang tersebut. “Membutuhkan 8 bulan untuk melakukan renovasi, sekarang ini saya pernah tinggal di dalam pabrik dan kami menyelesaikan dalam waktu kurang dari 1 tahun,” pungkas dia.

Kini, pabrik yang dimiliki Broin dan ayahnya bisa memproduksi satu juta galon etanol pada setiap tahunnya. “Kami meningkatkan produksi pabrik dalam tiga tahun dan kemudian berupaya untuk terus meningkatkannya,” icapnya.

Di tahun 2007, Broin mengganti nama pabrik menjadi POET. Nama yang ia gunakan karena lebih mudah untuk diingat dan berbeda dari yang lainnya. Kini Poet merupakan produsen biofuel yang paling besar di dudnia dengan pendapatan US$ 8 miliar setiap tahunnya.

Perusahaan yang bermarkas di Sioux Falls, South Dakota ini mengoperasikan 28 kilang pada 7 negara bagian dan memproduksi lebih dari dua miliar galon bahan bakar nabati tiap tahunnya.

Broin menceritakan, perusahaan yang ia rintis bersama dengan ayahnya dulu memulai dengan 13 orang karyawan. Tapi kini telah mencapai 2.000 karyawan. Selain etanol, POET juga memproduksi 600 juta pon minyak jagung dan 10 miliar pon minyak dari biji-bijian setiap tahunnya.

“Pabrik pertama kami merupakan motivasi yang begitu besar, jadi saya gagal waktu itu maka kami juga akan kehilangan lahan pertanian kami,” ucap dia. Sesudah sukses dengan perusahaan biofuelnya, sang ayah kembali mengelola pertanian keluarga yang dulu harus digadaikan.

Waktu pertama kali mengoperasikan pabrik di Skotlandia, tujuan utama Broin adalah menghidupi keluarganya. Namun kini tujuan Broin berubah, ia ingin menyelamatkan dunia dengan produksi bahan bakar yang ramah lingkungan ini.