Meski Panen sepanjang Tahun, Harga Jeruk Diprediksi Tidak Turun

Usaha Dagang, Kota Batu – Memanen jeruk sepanjanga taruhn akan terpenuhi dengan teknologi Bujangseta. Petani diminta tidak khawatir akan harga jeruk dengan stok yang melimpah sekali. Sebab dihitung, dengan biaya yang murah akan menguntungkan petani.

“Biaya produksi buat Bujangseta jauh lebih rendah dibandingkan dengan pola konvensional. Meski begitu durasi pemupukan berkali lipat. Buat satu kilo kebutuhna nutrisi hanya memakan biaya Rp 3 ribu, konvensional bisa mencapai Rp 5 ribu buat satu pohon,” ucap Sutopo, peneliti Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Tlekung, Kota Batu, Jumat (19/07).

Disampaikan, teknologi Bujangseta begitu sederhana dan mudah untuk diterapkan oleh semua petani jeruk dalam negeri.

Karena yang dilakukan hanya melalukan perubahan pada manajemen tanam dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi serta pengendalian hama penyakit.

“Cara yang paling mudah, hanya menjaga secara ketat ketersedian air dan nutrisinya. Dengan begitu petani tidak terbebani dengan biaya produksi yang sangat mahal,” ucapnya.

Ketua Kontak Bisnis Hortikultura Indonesia (KBHI) Ilud Maulud menambahkan, produksi jeruk yang melimpah akan memudahkan suplier seperti dirinya untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Selama ini yang terjadi, pembeli harus menanti panen tiba yang terjadi dua kali dalam satu tahun.

“Bersama Bujangseta yang panen sepanjang tahun, akan dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri dan bisa mengekspor pastinya. Sebab pembeli menginginkan adanya kontiyu kuantitas dan kualitas yang baik,” ucapnya.

Ilud menambahkan, harga jual jeruk nantinya telah di atas biaya produksi bahkan mencapai 100%. Dengan begitu petani begitu diuntungkan dengan teknologi Bujangseta ini.

“Harga jual masih 100% di atas dari biaya produksi. Artinya petani begitu diuntungkan. Melimpahnya jumlah produksi jeruk juga tidak akan begitu pengaruh terhadap harga di pasaran” sambungnya.