Mencari Tempat Baru, Perakit iPad Menarget Investasi di Indonesia

Usaha Dagang, Bisnis – Perusahaan elektronik asal Taiwan, Compal memiliki niat untuk melakukan investasi di Indonesia. Perusahaan ini ialah perakit produk elektronik canggih seperti iPad dan Apple Watch.

Demikian disampaikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto di DPR, Jakarta, Rabu (17/07).

“Kemudian Compal salah satu produsen iPad dan iPhone Watch akan masuk ke Indonesia,” ucap Airlangga.

Airlangga menjelaskan, terdapat beberapa investor akan masuk ke Indonesia. Meski begitu investor mempersyaratkan keberpihakan pemerintah kepada setiap investor.

“Jadi beberapa akan masuk ke Indonesia, mereka mempesyaratkan pastinya salah satu yaitu keberpihakan pemerintah, tidak dalam benutk bea masuk namun recognition saja. IMEI ini recognition,” pungkasnya.

“Berhubung dengan IMEI nanti kerjasama Kominfo, Kementerian Perindustrian menjadi pusat database ini, namanya industri berbasis telekomunikasi bea masuk 0 tidak ada perlindungan apapun. IMEI ini mendorong industri dalam negeri untuk bisa tumbuh. Sebab dibandingkan dengan sektor lain elektronk ini devisanya negatif dan ingin membalik industri impor menjadi industri berbasis dalam negeri,” terangnya.

Menempati lokasi baru. Airlangga menjelaskan Compal sedang mencari lokasi baru untuk melakukan produksi. Salah satu yang dibidik yaitu Indonesia.

“Ini dalam penjajakan dia sedang melihat lokasi baru di ASEAN dan mereka tertarik melakukan investasi di Indonesia,” ucap Airlangga.

Meski begitu, ia menjelaskan, perusahaan ini melakukan produksi dengna beragam produk. Perusahaan memiliki pasar yang besar sekali untuk produk elektronik.

“Ia produsen iPad, Apple Watch dan berbagai produk lainnya. Maka dia market share dunia medekati 25% dan dia produsen hampir semua mini notebook,” pungkasnya.

Mengenai nilai investasi, Airlangga juga belum bisa memastikannya. Dia hanya menyampaikan Compal akan masuk ke Indonesia.

“Mereka lagi mendiskusikan tapi sudah hampir final, mereka menjajaki lokasi dan akan masuk ke Indonesia,” ucapnya.

Airlangga menambahkan Pemerintah sekarang ini sedang mempersiapkan aturan terkait dengan Internasional Mobile Equipment Identity (IMEI). Aturan ini merupakan bentuk dalam melindungi pemerintah dari Industri.

Sementara itu perlindungan industri elektronik berbasis telekomunikasi masih sangat minim karena bea masuknya masih 0%. “Terkait dengan IMEI nanti kerjasama Kominfo, Kementerian Perindustrian menjadi pusat database ini, namanya industri berbasis telekomunikasi bea masuk 0 tidak ada perlindungan apapun. IMEI ini mendorong industri dalam negeri ini untuk tumbuh. Karena dibandingkan dengan sekotr lain elektronik ini devisanya negatif dan ingin membalik industri impor menjadi industri berbasis dalam negeri,” ternangnya.