Ingin Mengetahui Seperti Apa Investasi Reksadana?

Usaha Dagang, Keuangan – Investasi terdapat banyak jenisnya, ada deposito, emas, saham dan berbagai lainnya. Setiap melakukan investasi mempunyai keuntungan dan risiko pada masing-masing.

Pada sekian banyaknya jenis investasi yang berkembang sekarang ini, di masyarakat yang namanya reksa dana. Sebagiannya sudah mengetahui investasi tersebut, tapi sebagian orang ada yang mengetahui sedikit-sedikit atau bahkan tidak mengetahuinya sama sekali.

Seperti apa investasi reksa dana?

Diambil dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (14/07). Berdasarkan dari undan-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995, reksa dana mempunyai definisi yaitu wadah yang digunakan untuk menghimpun dan dari masyarakat pemodal demi melanjutkan diinvestasikan pada portofolio efek oleh manajer investasi.

Melalui definisi tersebut, ada tiga hal penting, pertama adanya dana dari masyarakat, kedua: dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek, ketiga: dana tersebut dikelola manajer investasi.

“Biasanya, reksa dana diartikan sebagai wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan pada portofolio efek oleh manajer investasi,” tulis pada keterangan BEI, Minggu (14/07).

Sebagai investasi, reksa dana merupakan alternatife yang tepat bagi masyarakat atau pemodal, khususnya buat pemodal kecil, pemodal yang tidak mempunyai waktu, serta keahlian dalam menghitung risiko atas investasi tersebut.

“Reksa dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang mempunyai modal, memiliki keinginan untuk melakukan investasi, tapi hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas saja,” tulis dalam keterangan tersebut.

Reksa dana yang sekarang ini berkembang terdiri dari empat jenis, yaitu pasar uang (monet market funds), penghasilan tetap (fixed income funds), reksa dana saham (equity funds) dan campuran ( discretionary funds).

Reksa dana pasar uang sendiri merupakan reksa dana yang berisi efek bersifat utang. Tujuannya untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal. Reksa dana pendapatan tetap yaitu investasi yang sekurang-kurangnya 80% dari aktiva dalam bentuk efek bersifat utang. Reksa dana tersebut mempunyai risiko yang relatif lebih besar dari reksa dana di pasar uang.

Kemudian, reksa dana saham merupakan investasi sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas. Sebab investasinya dilakukan pada saham, maka risikonya lebih tinggi dari dua jenis reksa dana yang sebelumnya tapi memiliki potensi menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi sekali.

Terakhir, reksa dana campuran, yaitu investasi dalam efek bersifat ekuitas dan efek bersifat utang.