Lulusan Fakultas Bisnis Membuat Bisnis Pupuk Organik

Usaha Dagang, Bisnis – Sudah sering sekali latar belakang pendidikan dijadikan seseorang sebagai jenis bisnis yang ingin dirintiskan. Namun pakem tersebut sepertinya tidak terlalu berpengaruh buat Freddy.

Lulusan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Madam (UGM) ini memberikan bukti bahwa dirinya bisa merabah bisnis yang jauh dari latas belakang pendidikannya.

Bersana denga 4 rekannya, Freddy memulai merintis bisnis pupuk oragnik sekitar 4 tahun lalu atau pada tahun 2015.

“Pertamanya ini belum berorientasi bisnis. Kita awalnya hanya ingin membantu petani Jagung yang berada di Flores,” ucap Freddy ketika dihubungi, Minggu (16/06).

Waktu itu, sambung dia, petani jagung di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur, kesulitan menanam jagung. Bibit jagung yang mereka tanam tidak pernah memberikan hasil panen. Akhirnya, peternak setempat menjadikan batang jagung hasil tanaman sebagai pakan ternak.

“Sangat sedih, mereka itu tanam jagung namun tidak pernah memanen jagung,” ucap dia.

Biang kendala para petani adalah sangat sulit sekali mendapatkan pupuk kimia yang biasanya harus didatangkan dari Pulau Jawa.

Pada latar belakang itu, Freddy bersama rekan-rekannya tercetus untuk memproduksi pupuk organik memanfaatkan bahan dasar yang ada di sekitar lokasi pertanian. Dimulai pada buah-buahan, hingga kotoran ternak yang difermentasi menjadi pupuk.

“Bahan bakunya juga sangat luar biasa melimpah. Dan hasilnya ternayata juga luar biasa sekali. Dari yang semula tidak pernah memanen, sekarang ini mereka langsung memanen. Bahkan petanunya ada yang telpon kita untuk mengucapkan terima kasih, akhirnya kita berhasil memanen jagung,” ucap Freddy.

Pengalamannya itu lantas dilanjuti dengan serius dengna merintis bisnis yang diberi nama Pupuk Hayati Dinosaurus pada tahun 2017. Mulai dari situ, Freddy sebagai Co-Founder Pupuk Dinosaurus dan rekannya dengan serius melanjuti binis yang dirintis tersebut dengan mengurus berbagai keperluan dari mulai produksi hingga perizinannya.

“Kita mengurus perizinannya. Desember 2018 lalu kita sudah memiliki izin dari Kementerian Pertanian,” terang dia.

Sekarang ini Pupuk Dinosaurus mempunyai kapasitas produksi hingga 100 ribu liter per bulan yang basis produksinya berlokasi di Gungung Putri Bogor, Jawa Barat.

Pupuk tersebut dipasarkannya secara online dengan bandrol harga sebesar Rp 66 ribu/liter.

“Konsumen kita sekarang ini sudah hampir seluruh Indonesia. Ada Indramayu, Padang dan lain-lain,” tambah dia.

Berkata mengenai keunggulan dibadingkan dengan pupuk kimia, lanjut dia, merupakan keberlanjutan kualitas tanahnya. Berbeda dengan pupuk berbahan kimia yang memiliki efek menurunkan kualitas unsur hara dalam tanah, pupuk organik justru dapat mengembalikan kualitas tanah seperti sediakala.

“Makanya diberikan dengan nama ‘Dinosaurus’ sebab kita ingin mengajak masyarakat kembali ke masa lalu dimana semua tanaman dan tumbuhan dapat tumbuh besar dengan menggunakan bahan-bahan yang alami,” terangnya.

Sebagai contoh, sambung Freddy, pada salah satu pelanggannya di Padang mengisahkan hasil dari panen padi mereka meningkat dua kali lipat dari yang sebelumnya hanya dua ton per hektar menjadi 4,8 ton per hektar yang sudah menggunakan pupuk produksinya.

Ia juga berharap penggunaan pupuk Dinosaurus ini bisa lebih luas lagi bahkan dapat menembus pasar ekspor dengan menyasar petani-petani milenial.

“Dari desain kemasan kami ingin memperlihatkan bahwa bisnis kami ini sangat serius dan kita menyasar milenial. Agar sektor pertanian ini tidak semakin ditinggalkan, jadi perlu pendekatan yang sesuai dengan milenial. Harapannya, kita dapat tembus pasar ekspor,” ucap dia.