Lebaran berakhir, Transaksi Perbankan BRI Meningkat Terus

Usaha Dagang, Dunia – PT Bank Rakyat Indonesia (Pesero) Tbk menyampaikan ada kenaikan transaksi perbankan setelah liburan Lebaran 1440 H. Kenaikan jumlah transaksi yang dilakukan membuat BRI sangat yakin menjadi bank yang dipercaya masyarakat sebagai tempat melakukan transaksi.

Direktur Jaringan dan Layanan Bank BRI, Osbal Saragi, menyampaikan ragam lonjakan transaksi per hari terus menigkat dari yang sebelumnya 22,72%, yaitu nilai rata – rata Rp 22 juta transaksi per hari menjadi Rp 27 juta transaksi per hari.

Ia menyampaikan semua transaksi tersebut mayoritas dieksekusi dari jaringan e-Channel, e-Banking dan jaringan kantor yang tersebar pada seluruh Indonesia.

“Internet Banking BRI selasma H-14 hingga di Hari H Lebaran rata – rata per hari terdapat 3,42 juta kali transaksi, naik sebanak 31,27% dibandingkan dengan rata – rata per hari pada periode Januari – April 2019 yaitu sebesar 2,61 juta kali transaksi, ucap Osbal pada keterangannya, Jumat (14/06).

“Sedangkan transaksi pada Mobile Banking BRI juga terdapat kenaikan serupa yaitu selama H-14 hingga Hari H lebaran rata – rata per hari mencapai 1,12 juta kali transaksi, naik sebanyak 9,4% dibandingkan dengan rata – rata per hati pada periode Januari – April 2019 yaitu sebesar 1,09 juta kali transaksi,” ucapnya.

Osbal menyampaikan bila dibandingkan dengan tahun 2018 lalu, kedua transaksi baik Internet Banking ataupun Mobile Banking, mengalami kenaikan yang signifikan. Internet Banking BRI naik sebanyak 109,75% dari 1,62 juta traksaksi pada tahun 2018 naik ke 3,42 juta transaksi di tahun 2019. Mobile Banking BRI naik sebanyak 23,4% dari yang sebelumnya 964 ribu transaksi ke 1,12 juta transaksi.

“Kami mendapatkan puncak transaksi Internet Banking BRI dan Mobile Banking BRI pada H-12 tahun ini. Berbeda pada tahun 2018 lalu, terjadi ketika H-10 lebaran,” ucap Osbal.

Hal yang sangat menarik sekali terjadi pada hari libur Lebaran kali ini, BRI sudah mengedukasi masyarakat dan nasabahnya untuk melakukan transaksi secara nontunai (cashless). Ini terlihat dari banyaknya jumlah uang tunai yang telah disiapkan Bank BRI yang menurun drastis jika dibandingkan pada liburan tahun lalu.

BRI hanya mempersiapkan kebutuhan uang tunai yang memiliki nilai Rp 48,2 triliun. Jumlah ini pun turun dibandingkan dengan tahun 2018 lalu sebesar Rp 62 triliun. Bahkan realisasi kebutuhan puncak uang tunai 10 hari menjelang dan ketika liburan Lebaran hanya sebesar Rp 41,2 triliun.

Penurunan tersebut sebagai tanda kami begitu optimisme BRI terhadap transaksi nasabah secara cashless melalui channel yang ada dan evaluasi kebutuhan masyarakat pada setiap tahunnya.

Tidak hanya itu, Osbal juga menyampaikan kemampuan jaringan e-channel BRI juga semakin bagus sehingga masyarakat tidak perlu lagi terlalu khawatir apabila kekurangan uang tunai karena bisa diperoleh secara langsung di 22.600 ATM BRI yang sudah tersebar diseluruh Indonesia dan jika kelebihan uang tunai bisa menyetorkan langsung melalui mesin CRM BRI.

“Secara keseluruhan transaksi nasabah terdapat kenaikan, terlebih kami hanya libur kantor ketika hari H Lebaran. Bahkan transaksi e-channel tetap berjalan selama 24 jam nonstop setiap hari dengan realibility 95%. Jika di rata – rata, transaksi nasabah mencapai Rp 25 juta melalui berbagai channel yang kami miliki. Kami akan melakukan pencapaian dengan meningkatkan kinerja IT BRI ke depannya, sehingga kepercayaan masyarakat dan costumer experience nasabah BRI akan meningkat terus,” terang Osbal.

Diketahui tempat yang paling sering dikunjungi dan di datangi oleh nasabah dan masyarakat untuk melakukan transaksi adalah ATM dan CRM 35,37%, EDC merchant 24,07%, Internet banking 13,11% dan jaringan kantor yang buka menjelang lebaran dan pada saat liburan Lebaran terdapat 10,04%. Data ini juga menunjukkan bahwa BRI sudah berhasil melakukan shifting transaksi dari banking hall kantor ke jaringan – jaringan e-Channel dan e-Banking.