Ekonomi Terbaru di Industri yaitu Olahan Tembakau

Usaha Dagang, Jakarta – Keberadaan produk tembakau alternatif seperti produk tembakau yang digunakan dengan cara dipanaskan dan rokok elektrik (vape) turut mendorong perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Bali.

Jumlah toko yang sudah menjual produk inovasi teknologi ini terdapat di beberapa kabupaten di Pulau Dewata yang terus meningkat.

Bupati Bandung I Nyoman Giri Prasta seperti yang diambil Antara mengapresiasi perkembangan industri produk tembakau atau alternatif.

Pendapat dia, produk tembakau alternatif bisa terus berkembang serta membuka lapangan pekerjaan terbaru di wilayah tersebut.

Keberadaan produk tersebut juga akan terus mendorong perkembangan sektor pariwisata di Bali, khususnya pada Kabupaten Bandung.

Hal tersebit tidak lepas karena ketertarikan wisatawan mancanegara untuk mengonsumsi produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik yang sudah diproduksi oleh para pengusaha lokal.

Sebelumnya Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti juga menyampaikan wilayahnya tengah mengembangkan UMKM. Untuk mempercepatnya, Pemerintah Tabanan juga ikut menggandeng perusahaan swasta yang lebih mapan.

Data Sensus Ekonomi 2016 memperlihatkan, jumlah usaha mikro, kecil dan menengah di Bali sudah sebanyak 481.853 unit. Secara keseluruhan, UMKM tersebut bisa menyerap tenaga kerja hingga 1,23 juta orang.

Dari jumlah UMKM di Bali, Kota Denpasar menjadi salah satu wilayah dengan jumlah UMKM terbanyak yaitu mencapai 20 persen. Disusul Bandung 16 persen, Gianyar 14 persen, Buleleng 13 persen, Tabanan 10 persen, Jembrana 6 persen, Karangasem 11 persen, bahkan Klungkung dan Bangli rata – rata 5 persen.

Geliat ekonomi keratif untuk membuat perkembangan UMKM di Bandung dan Tabanan tidak hanya fokus pada penguatan daya siang pada bidang usaha makanan, kerajinan dan lainnya.

Tapi, perkembangan juga terjadi terhadap UMKM di bidang usaha inovatif. Di antara UMKM inovatif yang sekarang ini berkembang adalah mereka yang menjual produk tembakasu alternatif.

Data Asosiasi Vaporizer Bali memperlihatkan hingga Oktober 2018, terdapat 58 anggota yang tergabung pada asosiasi dan 18 orang distributor yang sudah tersebar di 72 titik yang berada di Bali. Adapun para pengguna Vape di Bali secara keseluruhan telah mencapai 60 ribu orang.

Wakil Sekretaris Umum Himpunan pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali, IGN Indra Andhika menyampaikan pihaknya mendukung kebaradaan pelaku usaha produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang digunakan dengan cara dipanaskan. Pendapat dia, produk tembakau alternatif mempunyai prospek yang cukup besar sekali.

“Sektor invoatif ini akan menjadi peluang yang tepat bagi pengusaha besar ke depan mengingat posisi Bali yang sekarang ini begitu strategis pada industri pariwisata nasional,” ucapnya.

“Perkembangan produk tembakau alternatif telah diperkirakan akan mendorong pendapatan negara melalui cukai. Kementerian keuangan sudah menetapkan tarif cukai hasil tembakau produk tembakau alternatif dengan memasukkan sebagai dari Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 146/PMK.010/2017.

Peraturan ini kemudian kembali direvisi oleh PMK 156/2018. Ketentuan cukai produk tembakau alternatif tesebut sudah resmi berlaku sedari 1 Juli 2018.