Bank Enggan Menurunkan Bunga KPR

Usaha Dagang, Keuangan – Bunga acuan Bank Indonesia (BI) sudah selama 8 bulan berada pada level 6%. Ini artinya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang mengacu pada bunga bank sentral, diperkirakan tidak akan mengalami penurunan sama sekali.

Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Lani Darmawan mengakan sekarang ini memang bank belum ada rencana untuk menurunkan sukubunga KPR. Hal tersebut dikarenakan penentuan bunga KPR tergantung pada cost of fund atau biaya dana yang berada di bank.

“Bunga KPR kami tergantung pada cost of fund dan juga acuan bunga melalui bank sentral. Biarpun memang ada juga yang terganung pada segmen. Kelihatannya belum terjadi penurunan, kita masih memantau perkembangannya,” ucap Lani, Selasa (25/06).

Ia megatakan kembali, untuk tetap menarik minat masyarakat dalam mengajukan KPR, perseroan memberikan customer experience yang baik melalui proses pengajuan yang cepat, tepat dan mudah.

“Selain itu petugas atau sales KPR kami juga begitu mengerti produk sehingga lebih mudah untuk menjelaskan kepada calon nasabah,” pungkas Lani.

Pada tahun ini Lani sudah menetapkan target CIMB Niaga tumbuh sekitar 13%, yaitu dengan meningkatkan kerja sama dengan developer, agen properti, cross selling pada cabang-cabang dan juga secondary market serta multiguna untuk ticket size yang cukup tinggi.

Berdasarkan dari data Susku Bunga Dasar Kredit (SBDK) bunga KPR di CIMB Niaga tercatat sebanyak 9,90%.

SBDK ini digunakan atas dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh Bank kepada Nasabah. SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantung pada penilaian Bank terhadap risiko untuk setiap Debitur atau kelompok Debitur dengan mempertimbangkan kondisi keuangan Debitur, prospek pelunasan kredit, prospek sektor industri keuangan Debitur, prospek, pelunasan kredit, prospek sektor industri Debitur serta jangka waktu masa kredit. Dengan begitu, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada Debitur pastinya belum sama seperti SBDK.

Sekadar informasi, BI kembali menahan suku bunga acuan pada level 6% untuk kedelapan kalinya, dengan lending facility 6,75% dan deposit facility 5,25%. Hal tersebut dikarenakan BI memiliki kebijakan lain yaitu melonggarkan giro wajib minimum (GWM) yang mencapai 50 basis poin (bps) untuk bank umum konvensional dan bank syariah.

GWM untuk bank umum konvensional menjadi sebesar 6% dan bank syariah menjadi 6,5%, ini berlaku tertanggal 1 Juli 2019 nanti.