Akibat Demo, Bisnis Hong Kong Harus Tutup

Usaha Dagang, Dunia – Kondisi di negara Hong Kong sekarang ini tengah memanas karena ribuah masyarakat berkumpul di pusat kota untuk melakukan unjuk rasa sejak hari Rabu (12/06).

Unjuk rasa ini dilakukan dikarenakan masyarakat Hong Kong menolak rancangan undang – undang ekstradisi ke China yang diajukan oleh pemerintah setempat.

Pengaruhnya, kantor pemerintah Hong KOng harus ditutup dan pelayanan publik terkait juga ikut lumpuh total.

Pementah Hong Kong menutup kantor – kantornya yang bertempatkan di distrik keuangan sejak dimulainya unjuk rasa tersebut hingga berakhirnya minggu ini. Selain itu, stasiun kereta bawah tanah yang melintas ke daerah tersebut juga ikut ditutup.

Pengaruh dari aksi demonstran tersebut, 79 orang mengalami luka – luka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit pukul 11:00 waktu setempat.

Carrie Lam, Kepala Sekretaris Administrasi Hong Kong menyampaikan, unjuk rasa ini tidak akan menggoyahkan rencana RUU Ekstradisi tersebut. Ia menyampaikan, aksi protes ini tidak bisa ditoleransi dan bukan sebuah aksi yang menunjukkan kecintaan masyarakat kepada Hong Kong.

“Sudah jelas ini bukan pertemuan damai tetapi sebuah kerusuhan yang jelas sekali dan terorganisir, dan sama sekali bukan tindakan yang mencintai Hong Kong,” ucap Lam.

Selain itu, tindakan demonstran tersebut sudah memberi dampak terhadap pasar keuangan pada negara tersebut jadi tertekan.

Hal ii terlihat dari pasar saham Hong Kong Indeks Hang Seng yang turun sebanyak 1,7% pada penutupan. Kondisi ini juga memiliki pengaruh pada saham properti lokal.

Tindakan menjual saham ini juga didasari kekhawatiran mengenai ekonomi global, khususnya peran dagang antara Amerika Serikta dan China serta ekspektrasi penurunan suku bunga Bank Sentral The Fed di beberapa bulan yang akan datang.

Direktur penelitian broker KGI, Ben Kwong menyampaikan dari adanya unjuk rasa tersebut sebagian saham lokal akan turun. Hal ini sudah biasa sesudah sebelumnya kondusif.

“Ini merupakan reaksi yang normal ketika anda mengalami keresahan sosial atau ketegangan, mengingat dalam beberapa tahun ini kami sangat tenang sekali,” Ucap dia diambil dari Straits Times, Kamis (13/06).

Selain iut, perbankan juga dipantau sudah menaikan suku bunga antarbank. Tercatat, biaya pinjaman antarbank atau Hibor naik sebanyak 29 basis poin ke angka 2,24%. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak tahun 2008.

Nilai mata uang dolar Hong Kong juga menguat sebanyak 0,26%. Sekarang ini pun, nilai tukar dolar Hong Kong ke dolar AS berada pada angka 7,75 hingga 7,85.

Kemudian, suku bunga Hong Kong menilai adanya unjuk rasa membuat tekanan dan menambah kekhawatiran mengenai arus keluar modal.

“Kali ini, orang benar – benar harus khawatir mengenai resiko politik, mengenai modal asing yang meninggalkan Hong Kong,” ucap analis yang tidak ingin namanya dirahasiakan.