Pengusaha Online Harus Gigit Jari atas Medsos Dilakukan Pembatasan Imbas 22 Mei

Usaha Dagang, Dunia – Tunjangan Hari Raya (THR) Pengawai Negeri Sipil (PNS) serta sejumlah perushaaan swasta sudah keluar sejak Jumat 24 Mei. Tingkat konsumsi masyarakat biasanya akan meningkat sesudah menerima THR.

Sangat disayangkan, pemerintah sekarang ini tengah membatasi aktivitas di media sosial (medsos). Kebijakan itu diambil terkait dengan aksi 22 Mei, untuk mencegah beredarnya informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia bidang CSR dan Persaingan Usaha Suryani Modik juga meminta pemerintah untuk segera melakukan pembebasan kembali dalam mengakses medsos agar pedagang online dapat melakukan kegiatan jual online lagi secara normal.

“Kita sangat berharap dari kesempatan ini pemerintah cepat lah itu yang namanya Facebook, Instagram itu kembali dihidupkan lagi karena kasih, WhatsApp juga. Sebab banyak sekali penjualan UKM dari situ. Kasihan jadinya kesempatan mereka untuk bisa mendapatkan keuntungan sekarang ini jadi harus terhambat,’ ucapnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (25/05).

kegiatan jual beli yang dilakukan melalui medsos harus terhambat dan akibatnya pedagang online harus kesulitan untuk mengunggah foto-foto barang dagangannya karena pemerintah melakukan pembatasan dalam mengakses.

“Sebab mereka tidak bisa upload produk yang akan mereka pasarkan, pesanan-pesannya seperti itu,” katanya.

Pastinya kondisi sekarang ini sangat disayangkan, padahal setelah THR keluar menjelang Lebaran pendapatan pelaku usaha seharusnya dapat naik khususnya untuk bahan makanan dan minuman, bahkan pakaian juga. Itu disebabkan kemampuan dalam beli masyarakat sesudah menerima THR juga menjadi dua kali lipat.

“Dan kita sangat berharap juga buat teman-teman ini karena kesempatan untuk buying purchasing power-nya begitu tinggi, kemampuan membelinya cujup besar karena ada THR, sambungnya.