Pengusaha Bercerita Seharusnya Memanen Sekarang Justru Harus Tutup Akibat Aksi 22 Mei

Usaha Dagang, Jakarta – Aksi yang terjadi di kawasan Thamrin, Tanah Abangdan sekitar ternyata menjadi halangan bagi setiap pengusaha jasa pengiriman. Sebab, mereka tidak dapat melakukan pengiriman barang lantaran toko-toko yang berada di kawasan tersebut harus tutup.

Padahal, menjelang Lebaran seharusnya dalam masa panen bagi setiap pengusaha jasa pengiriman barang sebab orderan sangat meningkat. Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman menyampaikan perusahaan jasa pengiriman di Tanah Abang dan sekitarnya tidak ada yang buka bersamaan dengan toko-toko yang tutup juga.

“Ya perusahaan angkutan sekitar sana pada tutup semua. Takut jika barang konsumenya terjadi apa-apa,” ucapnya, Rabu (22/05|).

Kyatmaja tidak dapat memastikan ada berapa perusahaan ekspedisi yang berada di kawasan tersebut. Yang pastinya, ucapnya, seharusnya banyak.

“Saya tidak mengetahui pastinya, namun cukup banyak sekali ekspedisi di sana,” tambahnya.

Dengan tutupnya pertokoan serta berhentinya operasi usaha membuat pemesanan barang harus telat tiba ke konsumen. Tidak hanya itu saja, situasi ini menjadi beban buat pengusaha karena harus membayar tunjangan hari raya (THR) setiap pekerja.

“Pengusaha harus membayar THR, kasihan kalo karyawannya juga kalau ada unjuk rasa seperti itu,” ucapnya.

Dia juga sangat berharap aksi 22 Mei segera berakhir, sebab sekarang ini pengusaha dan karyawan untuk memperoleh rezeki yang lebih.

“Padahal ini waktu-waktunya, sebelum memasuki Lebaran,” ucap Katymaja.