Mencoba Usaha di Pinggir Jalan? Ini Resiko yang Bisa Terjadi.

Usaha Dagang, Jakarta – Dengan memiliki usaha, kita bisa beraktivitas sesuai dengan keinginan. Tapi, bagaimana jika modal yang di miliki sangat terbatas untuk bisa menyewa tempat untuk membuka usaha? Apakah masih bisa untuk membuka usaha?

Tentu saja bisa. Anda bisa mencoba solusi lainnya, misalkan membuka usaha yang berlokasi di pinggir jalan. Apalagi jika membuka usaha makanan. Usaha seperti ini bisa dilakukan.

Namun, sebelum memulai rencana dalam membuka usaha di pinggiran jalan, Anda perlu mengetahui jika ada beberapa resiko yang harus diperhatikan agar bisa diantisipasi.

1. Ada Pengangguran Malas Kerja dan Suka Minta-minta

Resiko yang satu ini memang sudah menjadi bahasan yang sangat sering terjadi ketika melakukan usaha di pinggir jalan. Mengemis atau pungutan liar memang menjadi suatu hal yang sangat menakutkan bagi setiap pelaku usaha pinggir jalan. Pungutan liar juga menjadi salah satu bagian dari aksi pengangguran malas untuk bekerja yang ingin enaknya saja.

Berada di wilayah mana pun berlaku hukum yang memberikan sanski berupa kurungan alias pemenjaraan buat siapa pun yang melakukan pungutan liar.

Tapi, masih banyak pelaku usaha yang terkadang tidak ingin melaporkan kepada Pemerintah karena takut jika usahanya menjadi teror. Pengangguran malas kerja yang sukam mebuat onar di sini tidak hanya dari perorangan saja, bahkan terkumkukl secara terorganisasi dan melakukan pungutan secara liar.

Bahakan, tidak jarang ditemukan juga banyak oknum petugas yang juga sering memanipulasi biaya retribusi terhadap pelaku usaha.

2. Barang Dagangan Memiliki Resiko di Curi atau Rusak

Resiko lainnya yang harus Anda hadapi sekarang ini jika ingin membuka usaha di pinggiran jalan yaitu resiko kehilangan atau kerusakan barang-barang dagangan yang dimiliki. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan barang tersebut rusak atau hilang.

Mulai dari keadaan cuaca, seperti agin yang kecang dan hujang yang seperti badai bisa membuat barang dagangan anda jadi berantakan, rusak, hingga gilang. Ditambah kan lagi dengan banyaknya orang yang lalu-lalang. Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi rusak dan hilang bisa saja menimpa barang dagangan Anda.

3. Ada Saja Kendala Ketika Hujan Mulai Turun

Seperti sebelumnya yang sudah di jelaskan, kondisi cuaca akan begitu mempengaruhi ketika anda memulai berdagang. Misalkan, ketika hujan turun, mungkin anda akan mengalami kesulitan untuk berdagang.

Apalagi jika kondisi lapak yang anda miliki sangat tidak memungkinkan anda untuk bertahan di kala hukan turun. Tidak heran jika banyak sekali pelaku usaha yang mengalami penuruman omset ketika cuaca tidak mendukung.

Kondisi hujan begitu mempengaruhi orang-orang untuk malas keluar ataupun membeli sesuatu di pinggiran jalan. Akibatnya, mau tidak mau hal tersebut sangat berpengaruh pada peningkatan penjualan Anda.