Dikarenakan Harga Lebih Murah, Pakaian Impor China Menyerbu Indonesia

Usaha Dagang, Dunia – Kementerian Perindustrian menyampaikan pakaian impor asal China begitu banyak beredar di Indonesia terutama ketika waktu Ramadhan. Pendapat Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) hal tersebut dapat terjadi karena harga pakaian impor dari China di anggap lebih murah 10-20% jika dibandingkan dengan buatan lokal.

Ketua API Ade Sudrajat menyampaikan, harga tengah bersaing itu membuat si importir lokal harus mengorder pakaian yang diproduksi di negara tersebut.

“Harganya tentunya lebih murah ketimbang di Indonesia ya dia sudah memutuskan akan membeli dari China, kan begitu, namanya dagang harus begitu,” ucapnya ketika di temui, Jakarta, selasa (14/05).

sambung dia, hal tersebut diperparah karena adanya perang dagang antar China dan Amerika Serikat (AS). Perang dagang tersebut membuat China harus kehilangan pasarnsya. Mau tidak mau barang tersebut akan dikirimkan di Indonesia.

“Perang dagang tersebut lah yang mengakibatkan Indonesia menjadi pusat pembuangan nya. Orang-orang Indonesia kan rata-rata ingin barang dengan harga lebih murah dan bagus kan. Ya ini sangat kebetulan sekali di sana tidak bisa laku ya sudah dibuang ke sini,” ucapnya.

Pendapatnya hal tersebut jika dibiarkan terus-menerus akan mematikan pasar industri pakaian dalam negeri.

Dia sangat menyarankan kepada pemerintah untuk mulai membatasi impor tersebut agar industri dalam negeri dapat bertahan.

“Harus dibatasi dong, kepentingan dari negara tersebut dua hal, devis dan lapangan kerja. Jika dua hal tersebut di ganggu apa negara ingin diam saja? Gitu saja pertanyaannya. Negara jangan mau diam jika dua hal tersebut mengganggu menurut saya,” sambungnya.