Cara Jokowi Belum Berhasil Mengatasi Tekor Neraca Dagang

Usaha Dagang, Bisnis – Berbagai cara dan taktik pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak juga berhasil dalam membuat surplus neraca perdagangan Indonesia. Per April 2019, neraca perdagangan nasional tekor alias defisit sebesar US$ 2,50 Milir atau terparahnya dalam sejarah.

“Kebijakan pemerintah dalam mengonsumsi memang sudah diperkirakan tidak cukup efektif,” ucap Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah Redjalam ketika dihubungi, Jakarta Jumat (17/05).

Adapun, beragam jurus pemerintah yang dimaksud yaitu program mandatori biodiesel 20% (B20), pengaturan impor barang konsumsi melalui penyesuaian atas Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 atau pajak impor. Kemudian ada sebanyak 1.147 barang impor yang pajaknya juga dinaikkan. Langkah ini khusus untuk menekan impor.

Pendapat Piter, program B20 bisa menekan impor minyak mentah, tapi tidak bisa meningkatkan produksi minyak dalam negeri. Sekarang ini, produksi minyak sekitar 700 ribu-an barel per hari, sedangkan kebutuhannya di atas 1 juta barel per hari.

“Kewajiban B20 saja tidak akan cukup,” tegas dia.

Sedangkan untuk bisa mendorong ekspor, pemerintah sudah memberikan begitu banyak fasilitas fiskal seperti insentif bagi ekspor substitusi impor.

Piter mengimbau agar necara dagang Indonesia bisa mengalami perbaikan atau surplus dengan cara memacu investasi sektor eksplorasi dan juga bisa membangung serta mendorong industri manufaktur tanah air.

“Memang membutuhkan waktu, harus dimulai dari sekarang. yang jelas tidak lagi bisa bergatung pada ekspor komoditi tambang dan perkebunan yang rentan terhadap global shock,” ucap dia.