Begini Antisipasinya atas Kenaikan Harga Pangan Setiap Tahun

Usaha Dagang, Jakarta – Harga pangan pada bulan Ramadhan ini melonjak naik, seperti halnya bawang putih hingga cabai rawit. Tapi, ada beberapa hal yang biasanya dilakukan pemerintah dalam melakukan antisipasi. Apa saja?

Menurut Pengamat Pertanian, Khudori hal pertama yang harus diperhatikan yaitu ketersedian stok, yaitu dengan melakukan pendataan. Karena, kurangnya pengecekkan bisa mendorong harga dari komoditas yang sudah melambung tinggi.

“Penyedian stok sebelum semunya kembali baik. Ini harus segera diperbaiki, dikaitkan dengan pendataan gudang. Tanpa dilakukan pendataan gudang, sulit sekali bagi pemerintah bisa memastiskan stock dan memantau pergerakan barang. Jika ini tidak diketahui sulit sekali untuk memantau dan menstabilkan harga,” ucap dia, Kamis (09/05).

Selain itu, ucap Khudori, pemerintah juga harus bisa mengatur penyaluran komoditas dengan lebih baik. Misalkan hanya dengan melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga pangan di pasar.

Selama ini, Khudori menjelaskan pemerintah belum dapat mengatur penyaluran barang secara baik sehingga masih ada beberapa barang yang harganya masih melonjak ketika sudah masuk di bulan puasa.

“Harga acuan belum begitu efektif karena belum diikuti penugasan penyedian barang (stok) dan penyaluran (salah satunya operasi di pasar) komoditas yang diatur. Ini membuat pemerintah tidak memiliki instrumen langsung dalam membuat stabilitas,” tambahnya.

Terakhir, mengenai pengawasan oleh satuan tugas (satgas) pangan harus lebih diperhatikan. Misalnya dengan tidak menuding pengusaha tanpa adanya bukti karena bisa mengganggu iklim para pengusaha.

“Satgas pangan harus hati-hati. Jika tidak bisa memastikan adanya indikasi penyimpangan dengan bukti yang ada, lebih baik tidak usa masuk. sambungnya.