Bagaimana Harga Bahan Pokok Mendekati Lebaran

Usaha dagang, Jakarta – Sudah mendekati lebaran, satu hal yang menjadi perhatian setiap masyarakat luar yaitu harga kebutuhan bahan pokok. Bagaimana pantauan harga-harga 10 hari terakhir ramadhan 2019?

Harga komoditas di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ). Jakarta Timur sekarang ini masih dalam kondisi stabil. Dimulai dengan harga bawang putih, bawang merah, sayur mayur dan cabai tidak ada kenaikan harga. Pendapat seorang pedagang, ini terjadi setelah pemerintah sudah menggelar operasi pasar.

“Operasi pasar pemerintah begitu terlihat dampak pada kestabilan harga pasar,” ucap Alim, salah satu distributor sekaligus pedagang bawang putih ketika ditemui di Blok H PIKJ, Jumat (24/05).

Alim menyampaikan jika pun ada, kenaikan terjadi pada beberapa pasar kecil dan tradisional. Itu pun jika memang masih dilihat wajar.

“Dengan kenaikan ini karena pedagang juga ingin mengambil keuntungan, walaupun hanya sedikit saja. Saya kira wajar saja karena mereka berjualan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ubay yang berdagang cabai meminta masyarakat untuk tidak kahwatir dengan kondisi harga yang sekarang ini. Karena, posisi cabai sebagai salah satu komoditas umum diperkirakan akan aman menjelang lebaran nanti.

“Harga sekarang ini Rp 10.000 dan sudah berlangsung sejak operasi pasar. Kemudian masyarakat juga tidak perlu kahwatir dengan keadaaan harganya. Sebab hingga lebaran nanti kondisinya akan stabil terus,” ucap dia.

Sementara itu, Ombudsman RI juga sudah melakukan peninjauan ke sejumlah pasar dan tidak ditemukan lonjakan harga pada 10 komoditas kebutuhan pangan.

“Sekarang ini, kita optimis tidak ada lonjakan-lonjakan drastis,” kata Alamsyah, anggota Ombudsman RI di Jakarta, Kamis (23/05) lalu.

Adapun komoditas yang kena sidak Ombudsman yaitu beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi lokal. Kemudian daging ayam broiler, bawang merah, minyak dan bawang putih.

Pekan ketiga ramadhan 2019 harga sejumlah bahan pokok bahkan sempat terlihat turun. Berdasarkan pantauan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) nasional ada delapan bahan kebutuhan pokok yang mengalami penurunan harga.

Pertama, beras kualitas medium I. Turun dari pekan sebelumnya menjadi Rp 10.450/Kg.

Kedua, daging ayam juga tercatat turun Rp 1.400 dibanding dengan Senin pekan kedua ramadhan. Ketiga, daging sapi juga terlihat turun tipis.

Keempat, telur ayam turun Rp 200 dibandingkan pada awal pekan ke dua. Kelima, bawang merah yang turun Rp 1.400/Kg.

Kemudian bawang putih, cabai merah serta cabai rawit juga secara merata nasional juga ikut turun.

“Dorongan Angka Produksi, Harga Pangan Terkendali langsung oleh PDB Meningkat”

Terkendalinya harga bahan pangan menjelang Lebaran, pendapat anggota Komisi IV DPRI RI Ono Surono yaitu bagian dari hasil kerja keras. Kementerian Pertanian (Kementan) menghadirkan kebutuhan pokok murah dan berkualitas dengan meningkatkan produksi dari pertanian.

“Artinya langkah yang dibuat oleh pemerintah selama ini telah berhasil. Maksudnya sudah memberikan harga yang satbil dan memberikan keuntungan yang cocok bagi setia petani,” ucapnya.

Dengan peningkatan produksi pertanian yang dimaksudkan Ono, tercatat dalam data Badan Pusat Statistik. Khususnya sektor hortikultura yang akan terus tumbuh secara menyakinkan.

“Selama empat tahun ini, PDB hortikulura tumbuh positif dan membanggakan. Atas kenaikan juga terjadi pada triwulan I tahun 2019,” ucap Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian, ketut kariyasa.

Berdasarkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS), PDB sektor pertanian tahun 2013 nilai meningkat hingga Rp 847,8 triliun. Dua tahun berlalu, angka tersebut akan terus meingkat pesat setiap masing-masing besar Rp 880,4 triliun dan Rp 906,8 triliun.

Seterusnya, PDB di tahun 2016 dan 2017 juga terus meningkat, masing-masin sebesar Rp 936,4 triliun dan Rp 969,8 triliun. Begitu juga dengan tahun 2018, nilai juga ikut tumbuh sebesar 3,7% atau Rp 1.005,4 triliun. Angka tersebut bahkan sudah melebihi target yang sudah ditetapkan, yaitu sebesar 3,5%.

“PDB Pertanian di triwulan I 2019, tumbuh positif sebesar 19,67%. Angka ini lebih baik jika kita bandingkan dengan triwulan sebelumnya yang hanya mencapai 1,15%,” akhirnya.