Airlangga Menargetkan Batik Tumbuh Mencapai 8%

Usaha Dagang, Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menargertkasn ekspor batik tumbuh mencapai 8% di tahun 2019. Hal tersebut dibandingkan jika pertumbuhan ekspor sebesar US$ 52,44 juta atau setara dengan Rp 734.160.000.000 (kurs Rp 14.000/$) pada tahun 2018.

“Ya kalau ini sih biasanya ada targetnya 6-8 persen pertumbuhan ekspor, buat batik saja,” ucapnya ketika ditemui setelah membuka Pameran Gelar Batik Nusantara di Jakarta Convention Center, Rabu (8/5).

Dia menyampaikan, pihaknya akan terus berupaya untuk mendorong pemasaran batik ke luar negeri, sehingga nilai barang ekspor bisa naik dari tahun ke tahun.

“Ya jika ekspor batik ya tentu memiliki pasar yang cujup besar mendekati US$ 60 juta per tahun. Nah ini kita akan dorong terus,” katanya.

Dia menyampaikan memang masih terdapat tentantang untuk bisa memasarkan batik, yaitu mengenai desain batik itu sendiri. Airlangga menilai dari desain batik harus bisa mengikuti perkembangan zaman.

“Tantangan tentu desain, namanya lifestyle tergantung pada desain serta pada selera publik, namun kita lihat bahwa cukup banyak batik yang sudah desain-desainya modern,” pungkasnya.

Pendapatnya memang butuh inovasi pada produk batik guna diminati hingga ke mancanegara. Tentu itu bisa dilakukan dengan menggunakan dukungan dari teknologi.

“Produk ini kan sekarang memiliki perkembangan material, bahannya apakah itu dari serat, rayon apakah itu dari biji kapas, dengan demikian ada teknologi pewarnaan, dengan demikian kita lihat begitu banyak kolaborasi desain bagaimana mencampurkan batik dengan yang lain seperti dengan tenun,” sambung nya.