Impor Bawang Putih Ditambah Sebanyak 115 Ribu Ton

Usaha Dagang, Jakarta – Dari kementerian Perdagangan (Kemendang) kembali menambah kuota impor bawang putih dair 100 ribu menjadi 115.765 ton. Selain itu, Kemendang juga akan menambahkan Perizinan Impor (RI) dari yang sebelumnya tujuh menjadi delapan perusahaan.

Import tersebut akan didatangkan dari China. Izin impor berlaku hingga 31 Desember 2019 ini.

Dengan penambahan kuota tersebut sangat diharapkan dapat menekan harga dari bawang putih menjadi Rp 32 ribu – Rp 35 ribu per kilogram (Kg). Sekarang ini, berdasarkan dari data pusat informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) rata-rata dari harga bawang putih ukuran sedang telah mencapai Rp 47.850 ribu per Kg.

“Untuk baransg putih sekarang ini sudah mulai di keluarkan PI terharap delapan perusahaan sebanyak 115 ribu ton, ini merupakan tahap pertama,” ucap Direktur Jendral Perdagangan Luar Negeri Kemendang Oke Nurwan.

Sebelumnya, Kemendang juga telah memberikan mandat untuk impor bawang putih sebanyak 100 ribu ton kepada tujuh perusahaan swasta. Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) tidak berada pada daftar yang mendapatkan izin impor tersebut.

Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri Kemendang Tjahja Widayanti menyampaikan impor bisa ditempuh karena produksi di dalam negeri hanya bisa memenuhi 5 persen kebutuhan bawang Indonesia. Atas Kondisi tersebut, 95 persen kebutuhan dari bawang putih harus diimpor.

Sementara itu agar produksi dapat ditingkatkan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan pihaknya akan berupaya untuk menggenjotnya. Sekarang ini lahan pada produksi bawang putih sudah mencapai 11 ribu hektare (ha).

Di tahun ini lahan bawang putih tersebut akan ditingkatkan menjadi 20 ribu ha. Amran juga menyampaikan setiap hektare bisa menghasilkan 8-10 ton bawang putih.

Tapi demikian, ia juga mengimbaukan setia pemilik lahan bisa menjadikan hasil produksi bawang putih tersebut menjadi bibiy terlebih dahulu. tujuannya, untuk bisa mempercepat swasembada bawang putih.

“Kami meminta untuk sabar sedikit, kami meminta semua produksi ini dijadikan bibit. Agar swasembada lebih cepat lagi,” tandasnya.

Menurutnya, jika ingin bisa mewujudkan swasembada bawang putih, maka Indonesia harus bisa memiliki 60 ribu ha lahan. Dengan upaya percepatan produksi bawang putih itu, ia juga mengkalin Indonesia hanya bisa mewujudkan swasembada bawang putih dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan.