Bappenas Mengandeng Kanada untuk Menumbuhkan Ekonomi Pedesaan

Usaha Dagang, Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas bersama dengan Pemerintah kanada melalui Global Affairs Canada (GAC) dalam meluncurkan program Dana Inovasi Responsif atau Responsive Innovation Fund (RIF) Tahap Kedua.

Program ini dibuat sebagai bentuk dukungan teknis pembagunan bagi 18 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) dengan melewati seleksi dari 60 KPPN yang merupakan hinterland dari 39 Pusat Pertumbuhan Peningkatan Keterkaitan Kota-Desa. Kawasan ini merupakan salah satu sasaran pembagunan wilayah pada RPJMN 2015-2019.

Deputi Bidang Pengembangan Regional, Kementerian PPN/Bappenas, Rudy Soeprihadi Prawiradinata, menyampaikan pembagunan kawasan pedesaan merupakan salah satu sasaran pokok dalam mendukung pengembangan pusat-pusat pertumbuhan yang baru.

Ini dalam rangka mempercepat pembangunan daerah dan mengurangi kesenjangan untuk pembagunan antar-wilayah, yang dilakukan melalui pengembangan ekonomi lokal berbasis produk unggulan setiap daerah.

“Pengembangan ekonomi lokal merupakan salah satu penompang utama kinerja perekonomian nasional. Selaras dengan jalan tersebut, pemerintah dilihat bisa melakukan berbagai inovasi pembagunan ekonomi jika ditunjang dengan dukungan teknis dan perangkat yang cocok, tuturnya dia di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Rino A Sa’danoer selaku Project Director dari program ini mengatakan, kemitraan antara pemerintah Indonesia dan Kanada melalui proyek ini sudah menyediakan dana inovasi responsif sebesar Rp 1 miliar per tahun buat setiap masing-masin 18 Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) melalui program IRF.

“Kami sangat berharap program RIF ini bisa menstimulasi dan mendorong inovasi pembagunanan ekonomi lokal dan meningkatkan iklim investasi melalui pendekatan-pendekatan yang inovastif dalam pengembangan produk dan sektor ekonomi yang dipilih oleh pemereintah daerah terkait,” ucap dia.

Pendapat Rino, program RIF Tahap Pertama akan dilangsungkan mulai Maret 2108 hingga April 2019 sudah menghasilkan banyak kemajuan. Sekeitar 6.105 penerima memanfaatkan program RIF Tahap Pertama meliputi pemerintah, sektor swasta, akademis, lembaga penelitian, komunitas dan kelompok masyarakat sudah mendapatkan pendampingan dengan melalui 209 pelatihan dan dukungan secara teknis.

Hal tersebut guna dalam pengembangan kapasitas kelembagaan, pengembangan setiap produk, ekspansi pasar dan penciptaan lapangan kerja yang begitu adil buat setiap laki-laki dan perempuan.

“Dalam mengembangkan ekonomi lokal berbasis produk-produk unggulan daerah baik pada sektor Pertanian seperti nira, kopi, salak, kepala, sagu, jagung, beras dan pupuk organik. Sektor kelautan dan perikanan seperti ikan olahan, kerupuk, rumput laut dan terasi. Sektor sektor pariwisata dan kerajinan juga sudah membuat peluang kerja dan usaha buat setidaknya 2.929 orang,” tutur dia.